The Inextinguishable
London Symphony Orchestra, menurut Wikipedia, adalah salah satu orkestra terbaik di dunia. Patron orkestra ini adalah Ratu Inggris sendiri; presidennya Sir Colin Davis; dan konduktor utama adalah Valery Gergiev. Sir Colin Davis pernah menjadi konduktor utama juga pada tahun 1995-2006. Orkestra ini merupakan resident di Barbican Centre. Malam ini di Barbican Centre LSO memperformansikan The Inextinguishable. The Inextinguishable adalah simfoni keempat dari Carl Nielsen. Walau aku bisa menikmati simfoni Nielsen kelima berulang dan berulang kali, tetapi aku belum cukup akrab dengan simfoni keempatnya. Saat akan menuliskan simfoni ini, Nielsen menulis kepada istrinya: “I have an idea for a new composition, which has no programme but will express what we...
Darrowby
Entah mengapa bis itu mendadak terguncang di jalan rata itu. Aku mendapati diriku terjaga di antara bukit-bukit Yorkshire Dales yang nyaris seluruhnya berwarna variasi hijau dari padang rumput yang luas dan pohon-pohon musim semi. Jalan berkelok-kelok di antara ladang dan peternakan dengan kuda, lembu, dan domba. Sinar matahari masih berusaha menembus awan kelabu saat bis memasuki sebuah kota kecil. Tak sampai semenit, bis sudah berhenti di samping menara lonceng kecil (townclock). Lahan luas marketplace berfungsi jadi lahan parkir. Di sampingnya toko-toko berjajar berwarna-warni. Toko koperasi menarik perhatianku dan membuatku tersenyum tak sengaja. Kami menapak turun, dan menjejakkan kaki di Darrowby. Blog ini amat sering menyebut kota ini: Thirsk, di...
Coventry
Coventry menyambut dengan aroma bekunya yang khas dan akrab. Cukup menyentakku, menghadirkan ilusi seolah aku baru meninggalkan kota ini beberapa bulan lalu. Banyak yang nampaknya terbekukan waktu: gedung dengan label yang sama, teks yang sama, aroma yang sama, dan nada yang sama. Mesin jaguar di Q Block, penjaga KFC, hingga matahari yang belum terbenam pukul 20:00. Tapi sebenarnya banyak yang berubah. Lower precinct yang dulu direnovasi itu, kini sudah jadi mall yang ramah, menyatu dengan upper precinct yang tak berubah itu. Konon inilah pedestrian precinct pertama di Inggris, yang kemudian banyak ditiru kota lainnya. Millenium arc juga sudah selesai, menambah menarik kawasan sekitar Pool Meadow dan Museum Transportasi. Coventry pernah jadi kota keempat...
From South Wales to West Midlands
Tak heran kalau seorang penulis terkenal pun menyangka James Herriot tinggal di Edensor, atau tempat lain di Britania Raya ini. Melintasi jalan2 utama di luar kota, kita dipameri pemandangan yang bergaya Herriot: perbukitan yang hijau dan luas, jalan desa berliku, pagar2 membatasi wilayah peternakan yang luas, rumput hijau melebar, dan belasan hingga puluhan ternah yang dilepas bebas di atasnya untuk menikmati makanan segar di musim semi. Kuda coklat dan hitam, lembu coklat dan hitam dan belang, domba berbulu putih tebal. Pemandangan seperti ini tampak bahkan hingga ke Wales. Enggan rasanya memejamkan mata dalam bis yang kencang dan bergoncang, dalam perjalanan dari London ke South Wales dan kemudian ke West Midlands. Di perjalanan ini, kami agak menghindari kota...
Cardiff, Wales
April berganti Mei, dan aku melewatkan tengah malam berpurnama itu di fasilitas UK Border. Biasanya kita menamainya loket imigrasi. Tapi petugas di dalamnya terlalu ramah untuk sebuah loket jawatan pemerintah. Setelah bincang singkat itu, kami masuk ke baggage claim di Stansted Airport. Melaporkan diri sejenak ke Twitter, kami membeli £££, melontar ke bus station di bawah, lalu meluncur ke Victoria. National Express dengan kejam menurunkan kami di halte di jalan gelap di Victoria. Bukan di dalam coach station. Malam beku, dan aku belum siap dengan lapisan2 baju hangat. Berjalan 3 blok, kami masuk ke coach station. Si coach mengikuti kami, haha. Prosedur atau pelit? Victoria coach station sendiri terlalu beku untuk diceritakan. Sepasang pengunjung yang seperti...
Revisi D
Sudah jadi mirip skripsi atau konfigurasi network, kalau kita sampai harus membuat Revisi D. Tapi ternyata Revisi C memang menyulitkan eksekusi. Jadi, inilah dia Revisi D: Lucunya, Revisi D sebenarnya adalah rencana awal sebelum Plan A. Jadi Plan A sebenarnya Revisi A :). Sekarang jalur perjalanan dibalik kembali. Dan kami hanya menghabiskan sekitar 1 jam di bulan April di UK. Sisanya bulan Mei. 1 Mei. NX509 London – Cardiff. Menginap di Ibis Cardiff. Dan punya siang sampai malam di kota Cardiff. 2 Mei. Pagi di Cardiff. NX322 Cardiff – Birmingham. Berjalan2 di Birmingham, lalu naik bis atau kereta lokal ke Coventry. Menginap di Ibis Coventry Centre. 3 Mei. Menikmati hari di Coventry. 4 Mei. Berjalan2 ke luar kota Coventry (Warwick, Leamington,...
Eyjafjallajökull Aftermath
The most uncomfortable thing when I was being stranded was the very-very limited access to the Internet. I could not easily contact the hotels, train & coach operators, and others to rearrange my plan. Somehow I could partially do it. I contacted the hotels, Chris Prakoso (@mahadewa) helped me contacting the National Express, and at last I could also contact the train operators. The results varied. Hotels were accommodating (pun intended). National Express expressly and positively responded. Train operators chose to be the ones to get the benefits from the catastrophe (I mean it). Hotel Bowen: Hi Koen It is certainly an unusual situation and we will endeavour to accommodate you when you are on the move again. Please let us know any information as soon as you...
Kualalumpur and Sepang
Boarding on an Air Asia airplane, usually we’d see a typical scene: the fog wind from the AC slots. Other planes won’t show a similar view. But last Thursday (April 15th), I didn’t see that fog inside the Air Asia X. But I felt tired, so mindlessly I put my little backpack to its storage, then sat in the seat 26K. Warm and humid. I closed my eyes uncomfortably. One minute, five minutes, fifteen minutes. Immediately I recalled the ground crews at that Kualalumpur LCCT, from immigration officers to the officers of who-knows department that successively checked and rechecked all the documents of the passengers too carefully, even with a magnifying glass. Then the passengers had to walk along under the blazing sun to the plane parked in the middle of...
Tweets
Beberapa tweet account yang memberikan info wisata atau info lain tentang kota atau negeri tujuan: Britain: @visitbritain @inbritain @projectbritain @guardiantravel England: @visitengland @livingengland Wales: @visitwales @walesinfo @walestourism Scotland: @visitscotland London: @visitlondonweb @LDN Coventry: @itsallaboutcov @covsoc @coventrytwits @covcampus Yorkshire: @visityorkshire @northyorkscc York: @visityork @york_coffee @prideofyorks Thirsk: @jamesherriot Let’s...
Tiket Jakarta – Kualalumpur
First thing first? Nah. First thing last :). Setelah tiket dari Malaysia ke UK dan tiket di dalam UK terbeli semua, akhirnya hari ini aku dapat tiket dari Jakarta ke Kualalumpur. Perjuangan memperoleh tiket ini tidak berat, tapi lucu. Dari Maverick, aku dapat sebuah amplop berisi surat pengantar untuk menghubungi Air Asia X, plus sebuah voucher merah. Surat pengantar ditujukan untuk memperoleh tiket KL – London. Aku coba menghubungi alamat mail yang tertera di dalamnya. Setelah beberapa hari tak ada jawaban, aku coba bertelefon ke KL di sebuah Jumat. Weekend itu juga, tiket sudah diuruskan. Tapi baru bisa jadi tiket setelah aku melakukan pembayaran pajak-pajak bandara, baik KL maupun Stansted. Maka visa dll mulai bisa diurus. Tapi voucher merah memiliki...













